Perempuan Usia Muda Makin Rentan

Rasanya gimanaa, gitu! Manakala kita mendapati diri kita berubah dari seorang gadis kecil menjadi wanita dewasa. Seperti saya waktu itu, saat kelas 4 SD payudara saya mulai berkembang, dua tahun kemudian saya mendapatkan menarche atau menstruasi pertama, tepatnya setelah menyelesaikan EBTANAS Sekolah Dasar.
Perasaan saya bagaimana? Saya tidak begitu ingat detilnya. Yang pasti, saya sering tersenyum sendiri, sering berkaca, melihat perubahan fisik di dada saya. Sayapun banyak mendapat nasehat bunda tercinta, bahwa saya sekarang sudah masuk usia pubertas menuju kedewasaan. Saya harus lebih berhati-hati menjaga diri, termasuk kesehatan organ reproduksi saya.
Memang saya beruntung, kebetulan bunda seorang yang cukup mumpuni di bidang kesehatan. Jadi hal-hal yang terkait dengan reproduksi, bukanlah hal tabu yang biasa saya diskusikan dengannya, bahkan ketika saya masih duduk di sekolah dasar.
Salah satu ciri perubahan fisik menuju kedewasaan adalah adanya proses penumpukan lemak, sehingga tubuh kita pun lebih berbentuk dan seksi. Hal itu tentunya harus kita tangapi dengan lebih berhati-hati dalam pola hidup, termasuk pola makan.
Banyak di antara teman saya yang diusia 20-an waktu itu sudah menjalani lumpektomi. Ya, pengangkatan benjolan payudara akibat makan makanan yang tidak sehat, kaya lemak dan rendah serat. Kebiasaan makan makanan siap saji ternyata menjadi pemicu terjadinya benjolan di payudara mereka…
.
Akibat pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat, perempuan usia muda semakin rentan terkena kanker payudara. Jika 20 tahun lalu kanker payudara lebih banyak menyerang wanita di atas usia 50 tahun, sekarang banyak penderita kanker payudara yang berusia di bawah 35 tahun, bahkan pelajar SMA.
”Parahnya, pemahaman masyarakat terhadap kanker payudara masih minim,” ungkap ahli bedah onkologi yang juga Ketua Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta Dr Sutjipto Sp B (K). Dia mengatakan hal itu dalam acara talkshow dengan tema ”Think Smart, Prevent Early, Always Care for Breast Cancer” di Cilandak Town Square, Jakarta, Minggu (24/8/2008).
Menurut dia, penderita umumnya memeriksakan diri ketika sudah stadium lanjut sehingga sulit diobati. Padahal, kanker ini bisa disembuhkan dan dideteksi sejak dini melalui pemeriksaan mamografi.
Adapun gejala-gejala kanker payudara ini tidak dapat dirasakan secara cepat karena, menurut Sutjipto, gejala biasanya dirasakan selama bertahun-tahun. Beberapa gejala yang dapat dirasakan ialah adanya benjolan, keluarnya cairan tidak normal dari puting susu, dan puting susu berwarna kemerahan.
Gejala lainnya, areola berkerut yang disertai gatal-gatal di sekitar areola.
Agar penyakit ini bisa cepat ditanggulangi, Sutjipto mengimbau agar perempuan secara rutin memeriksakan kesehatannya. Apalagi di Indonesia, penyakit ini menempati urutan kedua setelah kanker leher rahim.
Pakar nutrisi, Andang Gunawan, menerangkan, program diet yang dijalani oleh perempuan biasanya tidak mencakup nutrisi seimbang. ”Rendahnya kualitas nutrisi ini dapat dilihat dari pengolahan makanan yang kurang baik dan mengakibatkan sistem kekebalan tubuh berkurang. Ini juga yang menyebabkan perempuan makin rentan terkena kanker payudara,” ungkapnya.
Yuuk, mumpung masih muda dan ada waktu… Bikin badan sehat , agar bahagia sampai tua…
Sumber tulisan : Kompas, Senin, 25 Agustus 2008
kanker payudara, Penyakit Payudara, Perawatan Payudara, Tentang Payudara







