Papa Pengen Mimik ASI. Harus Bebas Penyakit!
Rekan semua, banyak pasangan tetap menikmati hubungan seksual saat sang isteri lagi menyusui. Hanya perlu diingat, saat kondisi khusus ini, keamanan ibu, bapak dan bayi harus diperhatikan.
Mengapa? Nah, pada artikel ini saya paparkan hal apa saja yang wajib diperhatikan jika kontak payudara menjadi menu dalam hubungan intim, manakala sang isteri sedang menyusui. Udah nggak sabar khan? Ayuuuks…..
Pertama, penyakit paling banyak terjadi adalah infeksi yeast dimana thrush atau jamur muncul di mulut dan lidah (menempel dengan warna putih seperti kerak). Thrush diatasi dengan cairan obat anti-yeast. Jika si bapak juga terkena infeksi ini, sebaiknya jangan lakukan kontak dengan payudara ibu dahulu. Lakukan pengobatan hingga sembuh.

Infeksi yeast di mulut
Infeksi yeast ini sangat mudah menyebar, melalui hubungan intim, menyusui, ciuman, juga sentuhan. Jamur penyebab infeksi mampu bertahan hidup di permukaan lantai kamar mandi, alat pompa payudara, handuk, juga pakaian.

Infeksi yeast di payudara ibu
Disamping menyebabkan infeksi di mulut juga ada yang disebut diaper rash, kulit bayi yang terkena popok menjadi kemerahan. Biasanya akan sembuh setelah diberikan obat anti-jamur.

Akibat terlambat mengganti popok
Kemudian dapat menyebabkan sakit pada payudara ibu secara keseluruhan atau hanya pada bagian putingnya, infeksi vagina, rasa gatal di penis, juga gatal di kaki. Sekali muncul, penyebaran tidak dapat ditahan, berlangsung sangat cepat.

Infeksi yeast di vagina
Kedua, kontak payudara dengan pasangan, saat ibu sedang menyusui, harus memperhatikan yang disebut infeksi herpes. Virus herpes simplex tipe 1 dapat menyebabkan kulit terasa panas dan melepuh atau terjadi luka.

Infeksi herpes di payudara dan dada
Herpes simpex tipe 2 menyebabkan penyakit herpes genital (di alat kelamin). Dalam satu tubuh dapat secara bersamaan terkena herpes tipe 1 dan 2. Herpes menyebar melalui ciuman, hubungan intim, sentuhan dan kontak tubuh lainnya, yang memiliki lapisan berlendir (mulut, hidung, alat kelamin). Bayi yang terinfeksi herpes dapat menularkan penyakit ke payudara ibu saat bayi menyusu.

Infeksi herpes di alat kelamin
Jika si bapak ada luka di bibir atau mulut, sebaiknya jangan melakukan kontak dengan payudara ibu sampai luka tersebut benar-benar sembuh. Demikian juga jika bapak terkena herpes, sebaiknya jangan berhubungan intim dengan ibu dahulu hingga pengobatan selesai.

Bibir luka? Waspada infeksi herpes!
Penyebaran penyakit berpotensi besar untuk menyebar melalui cairan kelamin, darah dan ASI. Saat anda melakukan hubungan intim tanpa pengaman dengan pasangan maka sebaiknya yakinkan dahulu bahwa anda berdua benar-benar sehat tanpa membawa penyakit.
Lalu…bagaimana jika bapak “mencicipi” susu bikinan ibu?
Boleh-boleh saja…(aaah, mau…!) Payudara akan segera memproduksi ASI lagi. Si bapak paling juga cuma minta sedikit, kok?! Masak pengin sampai kenyang? Atau malah sampai gumoh? Nggak laah..!
Tidak akan terjadi, kemudian bayi kekurangan ASI karena dimimik bapaknya. Payudara memiliki system yang aktif serta responsive jika kantong susunya kosong atau berkurang, produksi segera dilakukan. Seperti ada tombol otomatisnya, begitu…

Diantara banyak pasangan, biasanya, kemesraan bapak dan ibu terjadi, setelah ibu menyusui bayinya hingga kenyang dan tertidur pulas. Saat berdua pun menjadi tidak terganggu.
Ma…, Papa juga pengin mimik ASI… Boleh kan, Ma? Kalau Papa sehat, pasti boleh!
Sumber : http://parenting.ivillage.com
Ibu Menyusui, Seks & Payudara, Setelah Melahirkan, Tips Kesehatan Payudara







