Perubahan Fisik Payudara selama Kehamilan dan Menyusui
Rekan, menyusui adalah sebuah keputusan pribadi seorang ibu yang membutuhkan kecermatan dalam meraih manfaat ASI bagi ibu dan bayinya. Menyusui memberi banyak manfaat. Membantu bayi memperoleh gizi yang seharusnya diterima di awal kehidupannya serta membantu pemulihan ibu pasca kehamilan dan melahirkan.
Sangat penting untuk diingat, menyusui akan membina “ikatan” antar ibu dan bayi. Diperkirakan sekitar 62% ibu yang menyusui anaknya. Lama pengasuhan (sebelum disapih) harus didskusikan dengan dokter, ahli gizi, dan ahli laktasi, biasanya sebelum kelahiran. Bayi yang sehat terutama karena ASI, susu botol (susu formula), atau kombinasi keduanya.
Perubahan Fisik Payudara selama Kehamilan dan Menyusui
Selama kehamilan, payudara membesar dan menjadi lebih lembek, terutama pada paruh waktu pertama kehamilan. Periode paling cepat perkembangan payudara terjadi pada delapan minggu pertama kehamilan. Seiring perkembangan kehamilan, payudara menjadi lebih kencang dan lebih nodular (jawa: mrengkel-mrengkel) karena mempersiapkan produksi air susu. Kelenjar Montgomery di sekitar areola (area berwarna gelap disekitar putting) menjadi lebih gelap dan lebih menonjol, areal pun semakin gelap.
Rekan semua, kehamilan merupakan hal yang sangat ditunggu oleh setiap wanita telah menikah. Seorang wanita seakan menuju gerbang kesempurnaan karena mengandung penerus keluarga.




